Puluhan Jenazah dalam Truk Kontainer di Inggris

Sebanyak kurang lebih 39 jenazah di dalam truk kontainer d Essex, bagian timur Inggris, ditemukan. Pengemudi truk tersebut telah ditahan dan kepolisian Inggris juga sudah menggelar penyelidikan pembunuhan. Ini yang diketahui sejauh ini dari peristiwa tragis itu, 

Korban 

Pernyataan kepolisian Essex menyebutkan bahwa laporan pertama tentang penemuan jenazauh-jenazah yang ada di dalam truk kontainer di Waterglade Industrial Park yang terletak di Eastern Avenue, Grays,  yang memiliki jarak 15 kilometer timur London ini muncul pada hari Rabu (23/10) sebelum jam 01.40 waktu setempat. 

Jenazah-jenazah tersebut pasalnya ditemukan staf ambulans dan juga polisi belakangan mengatakan bahwa “disayangkan dari 39 orang di dalam kontainer, semuanya sudah meninggal.” 

“Indikasi awal pasalnya menunjukkan bahwa salah satu jenazah ini adalah remaja, sisanya diyakini orang dewasa,” kata polisi setempat. 

Kewarganegaraan para korban ini tak bisa langsung diketahui dengan pasti. Akan tetapi, polisi mengingatkan bahwa akan ada indentifikasi formal yang panjang. Awalnya kepolisian mengira bahwa truk kontainer ini bisa jadi asalnya dari Bulgaria. Tapi belakangan mereka meyakini bahwa kendaraan tersebut masuk ke Inggris lewat Belgia. 

Kementerian Luar Negeri Bulgaria mengeluarkan pernyataan yang bunyinya: “Jenazah 38 orang dewasa dan seorang remaja belum terindentifikasi. Namun polisi mengatakan kemungkiannnya mereka bukan warga Bulgaria.” 

Nasib Truk Kontainer 

Kepolisian Essex sendiri meyakini bahwa kontainer itu tiba di Purfleet, dekat Sungai Thames, dari Zeebrugge, Belgia, kira-kira pukul 00.30 waktu setempat pada hari Rabu (23/10). truk tersebut ditengari asalnya dari Irlandia Utara, dan mengangkut kontainer yang asalnya dari Purfleet, Essex, sesaat sesudah pukul 01.05 waktu setempat. 

Kejaksaan Belgia sudah menggelar penyelidikan untuk menentukan apa kontainer itu lewat Belgia. Kepolisian Essex lalu meralat pernyataan sebelumnya yang mengatakan bahwa kontainer itu memasuki Inggris dari Holyhead, sebuah pelabuhan di Wales yang mengbungkan daratan Inggris dengan Irlandia tanggal 19 Oktober. 

Namun Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar, menyatakan bahwa investigasi bakal digelar untuk menentukan apa kontainer tersebut lewat Irlandia. 

Dalam pernyataannya, kepolisian Essex sendiri mengatakan bahwa “Unit truk (bagian depan) dar kontainer diyakini asalnya dari Irlandia Utara.” 

Sebelumnya kepolisian mentatakan bahwa truk ini dari Bulgaria. Namun Kementerian Luar Negeri Bulgaira menerangkan bahwa “Truk Scania terdaftar di Varna (partai timur Bulgara_ atas nama sebuah perusahaan yang dimiliki oleh warga Irlandia.” 

Belum bisa diketahui dengan pasti dari mana asal kontainer itu. Namun Richard Burnett, direktur eksekutif Asosiasi Kendaraan Pengangkut Jalur Darat mengatakan bahwa kontainer itu nampaknya tergolong kontainer pendingin yang bisa mendinginkan muatan sampai dengan minus 25 derajat Celcius. 

Truk kontainer, hari Rabu (23/10), dipindahkan ke lokasi yang aman dan steril sehingga jenazah-jenazzah itu “bisa diangkut dengan menghormati martabat korban,” ungkap Pippa Mlls, Deputi Kepala Kepolisian Essex. 

Sopir truk kontainer itu diketahui bernama Mo Robinson, 25 tahun, dari County Armagh, Irlandia Utara. Ia telah diamankan atas dugaan pembunuhan dan sedang menjalani proses interogasi dengan kepolisian. 

Sampai dengan tahap ini, belum diketahui apa motif dari pembunhan ini. Ada yang menganggap ini bisa jadi upaya penyelundupan manusia ke Inggris. Hal ini makin sering terjadi dan makin sering berpindah jalurnya semenjak kamp-kamp migran di Calais, Perancs, ditutup kurang lebih 3 tahun yang lalu. 

Read More